Meriahnya “Perang Antar Suku” Pada Festival Lembah Baliem Papua

Hallo travelers! Masa cuti sudah selesai, sudah siap dong balik ke rutinitas harian? Hari-hari kesatu balik lagi beraktivitas, tidak perlu turun semangat lho. Sebab kamu melulu bisa kembali rekreasi dan meremajakan mood serta pikiranmu kapan aja. Nah, kebeneran, bulan Agustus ini terdapat satu event benar-benar seru yang disayangkan bila kamu lewatkan. Yap, inilah Festival Lembah Baliem yang digelar buat melengkapi semangat serta sukacita pada bulan kemerdekaan Republik Indonesia.

Digelar di tengah pemandangan Lembah Baliem, itulah festival populer dan sudah menjadi daya pikat wisatawan di Papua. Festival Lembah Baliem adalah agenda perang antar-suku Dani, Lani, serta Suku Yali selaku lambang kesuburan serta kesejahteraan, dan sudah dilakukan secara turun-temurun. Tenang, festival yang jadi ajang adu kekuatan antar-suku tersebut aman buat kamu nikmati. Festival tersebut pun menjadi peluang langka untuk para travelers buat belajar dan bersentuhan langsung dari bermacam-macam tradisi suku-suku disana yang berbeda tanpa musti mengunjungi desa di pedalaman Papua Barat nan jauh.

Festival Lembah Baliem dilangsungkan tiga hari lalu pertama kali berlangsung tahun 1989. Kamu bakal disuguhi pertunjukan secara skenario pemicu perang semacam penculikan warga, pembunuhan anak-anak kepala suku, ataupun penyerbuan ladang yang terbaru dibuka. Adanya pemicu tersebut mengakibatkan suku lainnya musti membalas dendam hingga penyerbuan pun dikerjakan. Atraksi ini tak menjadikan balas dendam ataupun permusuhan menjadi tema tapi justru memiliki makna positif, yaitu Yogotak Hubuluk Motog Hanoro= mengharap hari esok lebih baik dibanding hari ini”. “Perang antar suku” pada Festival Lembah Baliem tersebut dijamin seru serta menegangkan!

Nah, jika kamu ingin tahu dengan budaya Asmat yang ada di Papua, semacam pakaian tradisional koteka serta beragam senjata khas Asmat, pada festival ini kamu pasti bisa lihat serta mengabadikannya langsung. Koteka yang digunakan Suku Dani dibuat dari kulit labu air yang dikeringkan lalu dilengkapi penutup kepala yang dibuat dari bulu cendrawasih ataupun kasuari, akan tetapi para wanita suku Dani memakai rok yang dibuat dari rumput ataupun serat pakis yang dinamakan sali. Beragam senjata semacam tombak, busur serta panah bakal digunakan di festival ini. Nuansa akan makin meriah dengan terdapatnya pesta makan lalu kamu pun bisa beli beragam seni serta kerajinan tangan asli Asmat. Festival tersebut akan disertai di atas 40 suku di Papua menggunakan pakaian tradisional serta lukisan di wajah.

Nah, kalau kamu berminat datang di Festival Lembah Baliem, tersedia cara mudah sekalian nyaman supaya liburan kamu semakin berkesan. Kamu dapat ikut paket traveling Festival Lembah Baliem, yang telah termasuk tiket pesawat dari bandara Jayapura ke Wamena, konsumsi selama tur, transportasi AC, hotel pada saat lima malam, tiket masuk serta tour guide. Wah seru betul ‘kan? Yuk, cepat kemasi kopermu sebab Festival Lembah Baliem bakal berlangsung tanggal 5-10 Agustus 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published.